OFFICIAL WEBSITE TECHNOLOGY DIGITAL LABORATORY
Gedung Lab Fisika Unit 10 Lt 2 Jl.Bioteknologi FMIPA Kampus USU
Home » , » Menampilkan Text di LCD 16x2 dengan Arduino

Menampilkan Text di LCD 16x2 dengan Arduino

Posted by Teknologi Digital on Sabtu, 22 April 2017

Pada tutorial ini saya akan membahas tentang cara menampilkan text di LCD 16x2 mengunakan Arduino dengan bantuan modul I2C(Inter Integrated Circuit). Saya akan menjelaskan bagaimana cara menampilkan text di lcd 16x2.
Kenapa harus pake I2C? Intinya, dengan menggunakan modul I2C, pin Arduino yang digunakan untuk menyalakan LCD sangat sedikit yaitu hanya 2 pin: SDA (Serial Data) dan SCL (Serial Clock). Kalau di Arduino UNO itu pin A4 untuk SDA dan pin A5 untuk SCL.

Persiapan Perangkat dan Alat

LCD16x2

LCD 16×2 adalah salah satu penampil yang sangat populer digunakan sebagai interface antara mikrokontroler dengan user nya. Dengan penampil LCD 16×2 ini user dapat melihat/memantau keadaan sensor ataupun keadaan jalanya program. Penampil LCD 16×2 ini bisa di hubungkan dengan mikrokontroler apa saja. Salah satunya dari keluarga AVR ATMega baik ATMega32,ATMega16 ataupun ATMega8535 dan ATMega 8.
lcd_1
dari gambar di atas tersebut dapat dilihat bahwa LCD 16×2 mempunya 16 pin. sedangkan pengkabelanya adalah sebagai berikut :
  1. Kaki 1 dan 16 terhubung dengan Ground (GND)
  2. Kaki 2 dan 15 terhubung dengan VCC (+5V)
  3. Kaki 3 dari LCD 16×2 adalah pin yang digunakan untuk mengatur kontras kecerahan LCD. Jadi kita bisa memasangkan sebuah trimpot 103 untuk mengatur kecerahanya. Pemasanganya seperti terlihat pada rangkaian tersebut. Karena LCD akan berubah kecerahanya jika tegangan pada pin 3 ini di turunkan atau dinaikan.
  4. Pin 4 (RS) dihubungkan dengan pin mikrokontroler
  5. Pin 5 (RW) dihubungkan dengan GND
  6. Pin 6 (E) dihubungkan dengan pin mikrokontroler
  7. Sedangkan pin 11 hingga 14 dihubungkan dengan pin mikrokontroler sebagai jalur datanya.

I2C LCD

Inter Integrated Circuit atau sering disebut I2C adalah standar komunikasi serial dua arah menggunakan dua saluran yang didisain khusus untuk mengirim maupun menerima data. Sistem I2C terdiri dari saluran SCL (Serial Clock) dan SDA (Serial Data) yang membawa informasi data antara I2C dengan pengontrolnya. Piranti yang dihubungkan dengan sistem I2C Bus dapat dioperasikan sebagai Master dan SlaveMaster adalah piranti yang memulai transfer data pada I2C Bus dengan membentuk sinyal Start, mengakhiri transferdata dengan membentuk sinyal Stop, dan membangkitkan sinyal clockSlaveadalah piranti yang dialamati master.
Sinyal Start merupakan sinyal untuk memulai semua perintah, didefinisikan sebagai perubahan tegangan SDA dari “1” menjadi “0” pada saat SCL “1”. Sinyal Stop merupakan sinyal untuk mengakhiri semua perintah, didefinisikan sebagai perubahan tegangan SDA dari “0” menjadi “1” pada saat SCL “1”. Kondisi sinyal Start dan sinyal Stop seperti tampak pada gambar berikut:
i2c1
Sinyal dasar yang lain dalam I2C Bus adalah sinyal acknowledge yang disimbolkan dengan ACK Setelah transfer data oleh master berhasil diterima slave, slave akan menjawabnya dengan mengirim sinyal acknowledge, yaitu dengan membuat SDA menjadi “0” selama siklus clock ke 9. Ini menunjukkan bahwa Slave telah menerima 8 bit data dari Master. Kondisi sinyal acknowledgeseperti tampak pada gambar berikut:
i2c2

Dalam melakukan transfer data pada I2C Bus, kita harus mengikuti tata cara yang telah ditetapkan yaitu:
Transfer data hanya dapat dilakukan ketikan Bus tidak dalam keadaan sibuk. Selama proses transfer data, keadaan data pada SDA harus stabil selama SCL dalam keadan tinggi. Keadaan perubahan “1” atau “0” pada SDA hanya dapat dilakukan selama SCL dalam keadaan rendah. Jika terjadi perubahan keadaan SDA pada saat SCL dalam keadaan tinggi, maka perubahan itu dianggap sebagai sinyal Start atau sinyal Stop
i2c3

Arduino UNO

Arduino Uno R3 adalah papan pengembangan (development board) mikrokontroler yang berbasis chip ATmega328P. Disebut sebagai papan pengembangan karena board ini memang berfungsi sebagai arena prototyping sirkuit mikrokontroller. Dengan menggunakan papan pengembangan, anda akan lebih mudah merangkai rangkaian elektronika mikrokontroller dibanding jika anda memulai merakit ATMega328 dari awal di breadboard.

Merangkai Alat

pertama tama rangkai alat seperti pada gambar berikut:
i2c_03
hubungkan modul I2C ke Arduino UNO, Pastikan semua kabel terhubung dengan benar. jika sudah benar, tahap selanjutnya yang harus dilakukan adalah proses pembuatan program. Nah sebelum mulai membuat program, kita harus download library-nya terlebih dahulu disini.
Jika Library di atas sudah di download lalu extract file tersebut kemudian simpan di folder library/ di dalam folder instalasi Arduino IDE kita.
Selanjutnya membuat program di aplikasi Arduino IDE dan tulis program seperti di bawah ini:
#include <Wire.h>
#include <LiquidCrystal_I2C.h>

LiquidCrystal_I2C lcd(0x27,2,1,0,4,5,6,7,3, POSITIVE);
 
void setup()
{
  lcd.begin (16,2);
}
 
void loop()
{
  lcd.setBacklight(HIGH);
  lcd.setCursor(0,0);
  lcd.print("EGI ANUGRAH");
  lcd.setCursor(0,1);
  lcd.print("CODEPOLITAN");
  delay(1000);
  lcd.setBacklight(HIGH);
  delay(1000);
}

Sekian Dari saya semoga tutorial ini bermanfaat bagi anda yang mencobanya. Terima Kasih.
Previous
« Prev Post

0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts